Pondok Pesantren Al-'Ilmu

Cermenlerek-Kedamean-Gresik-Jawa Timur-Indonesia

Shodaqoh dan Zakat [2]

pada 16 Januari 2012

الحمد لله والصلاة والسلام على نبينا محمد وآله وصحبه ومن تبعهم بإحسان الى يوم الدين وبعد

Segala puji hanya milik Alloh سبحانه وتعالى, yang telah menciptakan hamba-hambaNya dalam berbagai keadaan sebagai ujian siapa di antara mereka yang paling baik amalnya, yang paling taat kepada syari’atNya, yang paling meneladani sunnah RosulNya صلى الله عليه وسلم.

Suatu kali, sekelompok orang dari kabilah mudhor datang ke madinah dalam keadaan faqir dan pakaian yang minim karena kefaqiran tersebut. Lalu Nabi صلى الله عليه وسلم menggugah kepedulian para shohabat agar membantu mereka dengan khutbah beliau setelah sholat zhuhur, beliau membacakan ayat pertama dari surat anNisa lalu menganjurkan agar diantara mereka bershodaqoh dengan dinar, dirham, gandum atau kurma. Lalu dengan segera para shohabat memberikan shodaqoh dengan apa saja yang mampu mereka lakukan sampai terkumpul shodaqoh yang banyak dan nampaklah kegembiraan pada diri Rosululloh صلى الله عليه وسلم.

Sungguh, kita tidak tahu dimana kedudukan kita dibanding dengan mereka !!!. Ketaatan kepada Alloh سبحانه وتعالى dan RosulNya صلى الله عليه وسلم dan bersegera untuk kebaikan serta kepeduliannya atas nasib kaum muslimin, menjadikan mereka diabadikan oleh Alloh سبحانه وتعالى dalam kitabNya sebagai umat terbaik yang diridhoiNya, yang diridhoi oleh RosulNya صلى الله عليه وسلم dan tampil sebagai umat yang membawa rohmat bagi alam dengan keteladanan yang kokoh di atas Sunnah Rosululloh صلى الله عليه وسلم.

Kita tentunya sangat sulit mengikuti semua kebaikan mereka, namun Alloh  سبحانه وتعالى berbelas kasihan kepada kita dengan selalu membuka kesempatan untuk meneladani mereka sekuat kemampuan kita, selama nafas belum sampai ke tenggorokan dan selama matahari belum terbit dari barat. Kondisi kehidupan sekarang ini yang menjadikan kita tamak dan bakhil dengan harta dunia, yang setiap saat datang kepada kita godaan dan iklan agar kita membeli ini dan itu, mengganti HP, mobil, rumah dan sekian banyak kepentingan dunia yang menjadikan kita lalai untuk menyimpan harta ini untuk akhirot kita. Semua itu hendaknya kita hadapi dengan ilmu yang shohih dan amal sholih yang diajarkan oleh Rosululloh صلى الله عليه وسلم. Ingatlah bahwa harta benda yang ada pada kita adalah titipan Alloh سبحانه وتعالى dan bisa menjadi milik kita apabila kita shodaqohkan di jalan Alloh سبحانه وتعالى dengan niat ikhlash mencari kerdhoanNya.

Coba kita simak hadits Rosululloh yang merupakan penjelasan dari surat atTakaatsur : Rosululloh membaca surat atTakaatsur lalu menjelaskan, “Manusia berkata : hartaku, hartaku. Bukankah hartamu hanya yang kamu makan lalu habis, yang kamu pakai lalu rusak atau yang kamu shodaqohkan lalu engkau dapat balasannya?”. Ternyata harta yang ada pada kita bisa tetap kita miliki bila bila kita shodaqohkan di jalan Alloh سبحانه وتعالى, baik yang wajib seperti zakat, nafkah keluarga, dan lain-lain maupun yang dianjurkan.

Untuk itu, kami sebagai bagian dari kaum muslimin yang ingin meneladani Rosululloh dan para shohabatnya, melaksanakan kegiatan pembagian paket bantuan beras+ kepada saudara-saudara kita di sekitar lokasi kami yang kekurangan dan miskin. Kami mengajak saudara-saudara kami yang lain agar berpartisipasi dengan cara : bershodaqoh senilai Rp 30 ribu lalu diwujudkan berupa paket beras+gula+mi instan. Bantuan bisa disalurkan melalui kami atau langsung ke lokasi kami. Informasi alamat infaq bisa dilihat di halaman infaq.

Kegiatan di atas kami laksanakan secara rutin dan berlanjut terus insya Alloh dan di setiap waktu.

Semoga Alloh سبحانه وتعالى memudahkan kita untuk beramal sholih dan menetapkan keikhlashan dalam niat kita untuk mencapai ridhoNya.

وصلى الله على نبينا محمد والحمد لله رب العلمي


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.