Pondok Pesantren Al-'Ilmu

Cermenlerek-Kedamean-Gresik-Jawa Timur-Indonesia

Yayasan

PROFIL

YAYASAN MAJELIS AT-TUROTS AL-ISLAMY

CABANG GRESIK

Akta Notaris : Muhammad Yusuf Anwar, SH No.04 / 25 Maret 2009

Latar Belakang

Termasuk di antara kewajiban setiap muslim adalah meyakini bahwa para pendahulunya yang hidup pada masa awal Islam, khususnya para sahabat Nabi صلى الله عليه وسلم, merupakan generasi terbaik manusia yang pernah hidup di muka bumi. Sebagaimana sabda Rosululloh صلى الله عليه وسلم berikut :

خير الناس قرني ثم الذين يلونهم ثم الذين يلونهم ثم

Artinya : “Sebaik-baik manusia adalah generasiku, kemudian generasi sesudahnya, kemudian generasi sesudahnya.” (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim).

Dalam sabda beliau ini terdapat pernyataan yang gamblang bahwa manusia terbaik sesudah beliau adalah para sahabat beliau. Hal itu disebabkan karena mereka secara sempurna mengikuti petunjuk dan bimbingan panutan mereka, Rosululloh صلى الله عليه وسلم. Mereka merupakan generasi yang paling mengerti dan paling konsisten berpegang kepada Kitabulloh dan Sunnah Rosululloh صلى الله عليه وسلم. Pada masa merekalah agama Islam disempurnakan oleh Alloh سبحانه وتعالى :

Artinya : “Pada hari ini Aku sempurnakan agamamu, dan Aku sempurnakan nikmat-Ku kepadamu dan Aku ridha Islam menjadi agamamu.” (Surat Al-Maidah : 3).

Umat yang pertama kali diajak berbicara oleh Alloh سبحانه وتعالى dalam firman-Nya di atas adalah para Sahabat رضي الله عنهم. Juga perhatikan firman Alloh سبحانه وتعالى berikut :

Artinya : “Kalian adalah umat yang terbaik yang dikeluarkan untuk manusia. Kalian memerintahkan yang makruf dan melarang yang mungkar dan kalian beriman kepada Alloh.” (Surat Ali Imran ayat 110).

Kemudian sepeninggal Rosululloh صلى الله عليه وسلم, mereka gigih menyebarkan agama Islam sehingga tidak tersisa satu penjuru bumi pun melainkan akan kita dapatkan pengaruh Islam di sana. Jadi, merekalah yang paling patut untuk kita ikuti dan teladani.

Karena adanya kewajiban dakwah bagi kaum muslimin sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya serta untuk mengorganisasikan kegiatannya yang beragam, kami memandang, perlunya satu wadah untuk mengatur dan menjalankan semua itu. Akhirnya kami sepakat untuk membentuk sebuah yayasan dakwah yang merupakan cabang dari Yayasan  Majelis   At-Turots  Al-Islamy yang berpusat di Jogjakarta yang kami namakan Yayasan Majelis At-Turots Al-Islamy Cabang Gresik.

Tujuan

Tujuan dari pendirian Yayasan ini adalah sebagai sarana mewujudkan tujuan dakwah Salafiyah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah yaitu dakwah kepada umat manusia untuk mengesakan Alloh سبحانه وتعالى, menjalani manhaj yang murni, menyebarkan ilmu yang benar, menanamkan nilai-nilai keimanan ke dalam hati kaum muslimin, mengarahkan mereka untuk mengamalkan konsekuensi dari semua itu sesuai dengan Kitabulloh dan Sunnah Rosululloh صلى الله عليه وسلم sebagaimana yang telah dijalankan oleh para pendahulu umat ini dari kalangan para Sahabat dan Tabi’in serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan cara yang benar.

Bidang Kegiatan

1. Pendidikan

Menyelenggarakan kegiatan pendidikan Agama Islam untuk semua kalangan, dari usia pra sekolah (di bawah 7 tahun) sampai kalangan dewasa. Kegiatan yang diadakan berupa sistem klasikal, halaqoh maupun majelis ta’lim.

Sistem klasikal berupa pendidikan di pondok pesantren yang berjenjang sesuai dengan usia dan kemampuan santri. Dengan menitikberatkan kurikulum pada penguasaan ilmu diniyyah dan dilengkapi dengan pengetahuan umum dan keterampilan. Materi diniyyah mengadopsi dari pondok-pondok pesantren yang telah ada dan mapan dalam pendidikan diniyyah berdasarkan manhaj Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Materi pengetahuan umum berupa materi penunjang yang bukan spesialisasi seperti matematika dan bahasa indonesia. Adapun materi keterampilan berupa pemberdayaan kemampuan untuk dapat berusaha mandiri semaksimal mungkin dengan membiasakan kegiatan rutin sehari-hari seperti perawatan diri & lingkungan, memanfaatkan benda-benda yang ada di sekitar agar tidak terbuang percuma dan menjadi bermanfaat, meningkatkan kreatifitas agar dapat mengolah hasil alam yang ada, terutama di sekitar, untuk memenuhi kebutuhan dan mengurangi pengeluaran keuangan yang kelak bila memungkinkan dapat menjadi mata pencaharian dan penghasilan tambahan.

2. Baitul Maal

Menangani penyaluran dan pengelolaan harta benda yang bermanfaat bagi kaum muslimin baik dari zakat, shodaqoh maupun permodalan.

  • Zakat, berupa harta yang telah dimaklumi ketentuannya dalam syara’ baik muzakki (yang berzakat), mustahiq (yang menerima zakat), maupun haul dan nishobnya.
  • Shodaqoh, berupa harta yang diperuntukkan bagi yang memerlukan baik berupa nafkah untuk kaum fakir dan miskin, kajian-kajian ilmiah, fasilitas-fasilitas penunjang kegiatan syar’i, bantuan bencana alam, bantuan pengobatan, bea siswa, dan lain-lain yang dibolehkan oleh syar’i.
  • Permodalan, berupa harta yang diperuntukkan untuk pemberdayaan kaum muslimin baik berbentuk modal usaha maupun pinjaman usaha.

Ketiga bentuk kegiatan Baitul Maal di atas didukung dengan administrasi yang teratur dan penanganan yang cermat agar benar-benar dapat dilaksanakan semaksimal mungkin sebagai amanat yang harus ditunaikan dari para muhsinin kepada kaum muslimin yang berhak dan layak mendapatkannya.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.